LAPORAN
HASIL OBSERVASI MAJALAH SEKOLAH
DI
SMK MUHAMMADIYAH 3 SURAKARTA
Disusun oleh :
Azizah Nurul Ummah A310130138
Tri Novianto S A310130149
Eko Wahyudi Tri S
A310130162
SMK
Muhammadiyah 3 Surakarta merupakan
salah satu sekolah Muhammadiyah di
Surakarta. SMK ini dilihat dari kurikulum yang dipakai, menggunakan Kurikulum 2013. Pembelajarannya sangat menarik buat siswa-siswi di SMK
Muhammadiyah 3 Surakarta.
Di
SMK Muhammadiyah 3 ini mengembangkan majalah sekolah yag berbentuk majalah
dinding (mading). Mading dikelola oleh redaksi yang
dibimbing oleh guru bahasa Indonesia, Diah
Puji M, S.Pd. dan diawasi secara langsung oleh Kepala
Sekolah.
Di
SMK Muhammadiyah 3 meskipun dibimbing oleh guru Bahasa Indonesia tetap dibantu
IPM atau Osis. Mading terletak di samping pintu masuk, didinding perpustakaan,
dan didinding dekat tangga. Bentuk mading berupa kotak kaca dan terdapat
bantalan untuk menempel rubric yang diterbitkan.
Keadaan mading
SMK Muhammadiyah 3 secara umum kurang aktif. Penerbitan
majalah dinding ini dilakukan setiap 1 bulan
sekali dengan pengurus redaksi serta tema yang berbeda. Setiap kelas di SMK ini diminta untuk
menjadi redaksi yang akan menerbitkan sebuah majalah dinding. Berbagai rubrik
dan pengaturannya diserahkan kepada siswa kelas yang dipercaya menjadi redaksi
dengan tetap didampingi oleh pembimbing mading.
Mading
di SMK Muhammadiyah 3 berdiri sudah lama tapi kurang aktif sejak tahun 2000.
Nama mading di SMK Muhammadiyah 3 dinamakan mading mutiara. Mading dikelola
oleh IPM/Osis. Agar mading berkembang tahun ke tahun setiap kelas harus membuat
karya yang akan diterbitkan.
Tujuan
dan manfaat dari majalah dinding setiap kelas disuruh membuat wajib berupa
tugas agar dapat dilaksanakan. Tujuannya untuk menuangkan ide ke dalam mading,
diantaranya yang paling aktif kelas TKJ A. Pembiayaan dari mading 100% dari
sekolah.
Guru
berperan dalam mengelola mading dan mengkoordinasi siswa yang menghasilkan
hasil karya. Pengelolaan ini saat ini hanya dikelola guru Bahasa Indonesia.
Karena guru Bahasa Indonesia sangat berperan dalam mading tersebut.
Hambatan
ketika pengumpulan mading yaitu sulit memunculkan hasil karyanya, jika tidak
diwajibkan siswa sulit untuk membuatnya. Dengan nilai siswa-siswi dapat
memunculkan ide atau hasil karyanya. Solusi dari hambatan tersebut dengan
memberikan tugas kepada siswa sebagai motivasi.
Majalah dinding
masih menjadi satu-satunya bentuk pengembangan majalah sekolah di SMK ini. Bentuk majalah
lain belum dapat diterbitkan karena belum terbentuknya redaksi majalah sekolah
secara tetap serta pembinaan yang kurang pada siswa.
Sumber Data :
Diah Puji M, S.pd
Data :
- Sudah lama tapi kurang aktif pada tahun 2000.
- Nama mading Mutiara.
- Pengelola IPM/Osis.
- Perkembangan dari tahun ke tahun setiap kelas wajib membuatnya.
- Antusias siswa terhadap itu semua berupa tugas agar dapat dilaksanakan.
- Tujuannya menuangkan ide ke dalam mading.
- Pembiayaan mading 100% dari sekolah.
- Peran guru dalam mengelola mading untuk mengkoordinasi siswa yang menghasilkan karya.
- Pengelolaan mading saat ini hanya dilimpahkan guru Bahasa Indonesia.
- Hambatan sulit memunculkan hasil karya mading yang baru.
- Solusi dari hambatan memberi tugas kepada siswa sebagai motivasi.
Lampiran








