Kamis, 29 September 2016


LAPORAN HASIL OBSERVASI MAJALAH SEKOLAH
DI SMK MUHAMMADIYAH 3 SURAKARTA

Disusun oleh :
Azizah Nurul Ummah                         A310130138
Tri Novianto S                                                A310130149
Eko Wahyudi Tri S                            A310130162

SMK Muhammadiyah 3 Surakarta merupakan salah satu sekolah Muhammadiyah di Surakarta. SMK ini dilihat dari kurikulum yang dipakai, menggunakan Kurikulum 2013. Pembelajarannya sangat menarik buat siswa-siswi di SMK Muhammadiyah 3 Surakarta.
Di SMK Muhammadiyah 3 ini mengembangkan majalah sekolah yag berbentuk majalah dinding (mading). Mading dikelola oleh redaksi yang dibimbing oleh guru bahasa Indonesia, Diah Puji M, S.Pd. dan diawasi secara langsung oleh Kepala Sekolah.
Di SMK Muhammadiyah 3 meskipun dibimbing oleh guru Bahasa Indonesia tetap dibantu IPM atau Osis. Mading terletak di samping pintu masuk, didinding perpustakaan, dan didinding dekat tangga. Bentuk mading berupa kotak kaca dan terdapat bantalan untuk menempel rubric yang diterbitkan.
Keadaan mading SMK Muhammadiyah 3 secara umum kurang aktif. Penerbitan majalah dinding ini dilakukan setiap 1 bulan sekali dengan pengurus redaksi serta tema yang berbeda. Setiap kelas di SMK ini diminta untuk menjadi redaksi yang akan menerbitkan sebuah majalah dinding. Berbagai rubrik dan pengaturannya diserahkan kepada siswa kelas yang dipercaya menjadi redaksi dengan tetap didampingi oleh pembimbing mading.
Mading di SMK Muhammadiyah 3 berdiri sudah lama tapi kurang aktif sejak tahun 2000. Nama mading di SMK Muhammadiyah 3 dinamakan mading mutiara. Mading dikelola oleh IPM/Osis. Agar mading berkembang tahun ke tahun setiap kelas harus membuat karya yang akan diterbitkan.
Tujuan dan manfaat dari majalah dinding setiap kelas disuruh membuat wajib berupa tugas agar dapat dilaksanakan. Tujuannya untuk menuangkan ide ke dalam mading, diantaranya yang paling aktif kelas TKJ A. Pembiayaan dari mading 100% dari sekolah.
Guru berperan dalam mengelola mading dan mengkoordinasi siswa yang menghasilkan hasil karya. Pengelolaan ini saat ini hanya dikelola guru Bahasa Indonesia. Karena guru Bahasa Indonesia sangat berperan dalam mading tersebut.
Hambatan ketika pengumpulan mading yaitu sulit memunculkan hasil karyanya, jika tidak diwajibkan siswa sulit untuk membuatnya. Dengan nilai siswa-siswi dapat memunculkan ide atau hasil karyanya. Solusi dari hambatan tersebut dengan memberikan tugas kepada siswa sebagai motivasi.
Majalah dinding masih menjadi satu-satunya bentuk pengembangan majalah sekolah di SMK ini. Bentuk majalah lain belum dapat diterbitkan karena belum terbentuknya redaksi majalah sekolah secara tetap serta pembinaan yang kurang pada siswa.

Sumber Data : Diah Puji M, S.pd
Data             :
  1. Sudah lama tapi kurang aktif pada tahun 2000.
  2. Nama mading Mutiara.
  3. Pengelola IPM/Osis.
  4. Perkembangan dari tahun ke tahun setiap kelas wajib membuatnya.
  5. Antusias siswa terhadap itu semua berupa tugas agar dapat dilaksanakan.
  6. Tujuannya menuangkan ide ke dalam mading.
  7. Pembiayaan mading 100% dari sekolah.
  8. Peran guru dalam mengelola mading untuk mengkoordinasi siswa yang menghasilkan karya.
  9. Pengelolaan mading saat ini hanya dilimpahkan guru Bahasa Indonesia.
  10. Hambatan sulit memunculkan hasil karya mading yang baru.
  11. Solusi dari hambatan memberi tugas kepada siswa sebagai motivasi.









Lampiran




                                                                                                                                               


                                                               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar