Gambar.
Depan Belakang


Judul buku : Darmagandhul
Pencipta buku :
K.R.T Tandhanagara
Penerjemah :
Damar Sasangka
Penyunting :
Salahuddien Gz
Pemindai Aksara :
Muhamad Bagus SM
Penggambar Sampul :
Yudi Irawan
Penaya Letak :MT
Nugroho
Tebal Buku :
458 Lembar
Darma
Gandhul Dan Kiai Kalamwadi
Pada
suatu hari Darmagandhul bertanya kepada Kiai Kalamwadi tentang bagaimana
ceritanya masyarakat jawa berpindah agama dari Hindu ke Islam.
Ceritanya yaitu, pada suatu kerajan majapahit atau sering
disebut majalengka.kala itu sang prabu majapahit tergila-gila keada seorang
putri cempa yang beragama islam.
Tak lama kemudian keponakan putri cempa yang bernama
sayid rakhmat berkunjung ke majalengka untuk memohon kepada prabu untuk
menyebarkan agama islam dikerajaannya.
Sang prabu mengabulkan pemintaan sayid rakhmat, dan
akirnya seluruh penduduk berpindah agama menjadi agama Islam.
Prabu Brawijaya mempunyai eorang anak dari hasil
perkawinannya dengan putri cempa. Yang diberi nama Babah Patah, sesuai dengan
nama yang diberikan ibuna yang berasal dari china.
Babah patah akhirnya diangkat menjadi seorang Bupati di
daerah Demak yang membawahi seluruh bupati di peisir Demak ke barat.Babah patah
juga dinikahkan dengan putri Ngampelgandhing cucu dari Kiai Ageng
Ngmpel.setelah sekian lama berdiam di majalengka, oleh sang prabu dia
diperbolehkan untuk meneruskan agamanya di Demak.
Lama-kelamaan syari’at rasul berkembang pesat di tanah
itu dan sampai ke seluruh tanah jawa bahkan indonesia.
Pada saat itu,Budhi para ulama masih bagus dan mereka
masih berkonsentrasi pada spiritualitas murni. Prabu Brawijaya heran karena
olah batin para ulama tersebut mirip dengan agam Budha,menurut kabar karena
puasa yang keras bisa melanggar agama.
Begitulah cerita tentang bagaimana agama islam bisa
berkembang pesat di tanah jawa. Tinggal kita bisa percaya atau tidak dan perlu
diberitahukan cerita dari Kiai Kalamwadi ini beliau dapat dari gurunya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar