Senin, 24 Maret 2014

tugas portofolio


Gambar.
                                    Depan                                                  Belakang


 Judul buku                 : Darmagandhul
Pencipta buku             : K.R.T Tandhanagara
Penerjemah                  : Damar Sasangka
Penyunting                  : Salahuddien Gz
Pemindai Aksara         : Muhamad Bagus SM
Penggambar Sampul   : Yudi Irawan
Penaya Letak              :MT Nugroho
Tebal Buku                  : 458 Lembar

Darma Gandhul Dan Kiai Kalamwadi
Pada suatu hari Darmagandhul bertanya kepada Kiai Kalamwadi tentang bagaimana ceritanya masyarakat jawa berpindah agama dari Hindu ke Islam.
            Ceritanya yaitu, pada suatu kerajan majapahit atau sering disebut majalengka.kala itu sang prabu majapahit tergila-gila keada seorang putri cempa yang beragama islam.
            Tak lama kemudian keponakan putri cempa yang bernama sayid rakhmat berkunjung ke majalengka untuk memohon kepada prabu untuk menyebarkan agama islam dikerajaannya.
            Sang prabu mengabulkan pemintaan sayid rakhmat, dan akirnya seluruh penduduk berpindah agama menjadi agama Islam.
            Prabu Brawijaya mempunyai eorang anak dari hasil perkawinannya dengan putri cempa. Yang diberi nama Babah Patah, sesuai dengan nama yang diberikan ibuna yang berasal dari china.
            Babah patah akhirnya diangkat menjadi seorang Bupati di daerah Demak yang membawahi seluruh bupati di peisir Demak ke barat.Babah patah juga dinikahkan dengan putri Ngampelgandhing cucu dari Kiai Ageng Ngmpel.setelah sekian lama berdiam di majalengka, oleh sang prabu dia diperbolehkan untuk meneruskan agamanya di Demak.
            Lama-kelamaan syari’at rasul berkembang pesat di tanah itu dan sampai ke seluruh tanah jawa bahkan indonesia.
            Pada saat itu,Budhi para ulama masih bagus dan mereka masih berkonsentrasi pada spiritualitas murni. Prabu Brawijaya heran karena olah batin para ulama tersebut mirip dengan agam Budha,menurut kabar karena puasa yang keras bisa melanggar agama.
            Begitulah cerita tentang bagaimana agama islam bisa berkembang pesat di tanah jawa. Tinggal kita bisa percaya atau tidak dan perlu diberitahukan cerita dari Kiai Kalamwadi ini beliau dapat dari gurunya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar